Tumbuhan Anting-anting Obat BAB Berak Berdarah

Tumbuhan Anting-anting

Tumbuhan Anting-anting

Anting-anting (Acalypha australis Linn.)

Familia :

Euphorbiaceae

Herba Semusim, tegak. berambut. Batang tinggi 30 – 50 cm. bercabang, dengan garis memanjang kasar. Tumbuh di pinggir jalan, lapangan rumput, lereng gunung. Daun letak berseling bentuk bulat lonjong sampai lanset, bagian ujung dan pangkal daun lancip, tepi bergerigi, panjang 2,5 – 8 cm, lebar 1,5 – 3,5 cm. Bunga berkelamin tunggal dan berumah satu, keluar dari ketiak daun, bunganya kecil-kecil dalam rangkaian berupa malai. Buahnya kecil. Akar dari tanaman ini sangat disukai anjing dan kucing.

Nama Lokal :

Tie xian (China).

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Rasa pahit, astringen, sejuk. Anti-radang, antibiotik, peluruh air seni, astringen menghentikan perdarahan (hemostatik).

Penyakit yang Dapat Diobati Tumbuhan Anting-anting :

Disentri basiler dan disentri amuba, Diare, Malnutrition, Mimisan, Muntah darah, Berak darah, Kencing darah, Malaria.

BAGIAN YANG DIPAKAI :

Seluruh tanaman, pemakaian segar atau kering.

KEGUNAAN :

1. Disentri basiler dan disentri amuba.

2. Diare, anak dengan berat badan rendah (malnutrition) dan gangguan pencernaan.

3. Muntah darah, mimisan, berak darah (melena), kencing darah (hematuria).

4. Malaria.

PEMAKAIAN :

9 – 15 gram kering atau 30 – 60 gram segar, direbus, minum.

PEMAKAIAN LUAR :

Herba segar dilumatkan, tempel atau direbus, airnya untuk cuci.

Dipakai untuk bisul, koreng, luka berdarah, eczema, dermatitis,

gigitan ular.

CARA PEMAKAIAN :

1. Dermatitis, eksema, koreng:

Herba segar secukupnya direbus, airnya untuk cuci di tempat yang

sakit.

2. Perdarahan, luka luar:

Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan dan

ditempel ke tempat yang sakit.

3. Disentri amoeba:

30 – 60 gram tanaman kering (seluruh batang) direbus, sehari dibagi

2 kali minum, selama 5 – 10 hari.

4. Diare, muntah darah, mimisan, berak darah (melena),

batuk:

Herba kering 30 – 60 gram direbus, minum.

5. Disentri basiler :

Acalypha australis 30 – 60 gram, Portulaca oleracea (Gelang) dan

gula masing-masing 30 gram rebus, minum setelah dingin.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

 

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Buah Makasar Mengobati Diare Kronis

buah makassar

Buah Makasar

BUAH MAKASAR (Brucea javanica [L.] Merr.)

Sinonim :

B. amarissima, Desv., B. gracilis DC., B. sccnaatrana Roxb., Goraus amarissima Lour., Lus. sa arnarissirna O. Ktze., Rlzus javanica L.

Familia :
Simaroubaceae.

Buah Makasar tumbuh liar di hutan, kadang-kadang ditanam sebagai tanaman pagar: Buah Makasar tumbuh pada ketinggian 1-500 m dpl. Perdu tegak, menahun, tinggi 1-2,5 m, berambut halus warna kuning. Daunnya berupa daun majemuk menyirip ganjil, jumlah anak daun 5-13, bertangkai, letak berhadapan. Helaian anak daun berbentuk lanset memanjang, ujung meruncing, pangkal berbentuk baji, tepi bergerigi kasar, permukaan atas berwarna hijau, permukaan bawah berwarna hijau muda, panjang 5-10 cm, lebar 2-4 cm. Bunga majemuk berkumpul dalam rangkaian berupa malai padat yang keluar dari ketiak daun, warna ungu kehijauan. Buahnya buah batu berbentuk bulat telur, panjang sekitar 8 mm, jika sudah masak berwarna hitam. Bijinya bulat, berwarna putih. Di Indonesia, buahnya disebut biji makasar. Buah makasar dapat diperbanyak dengan biji.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Sumatera: dadih-dadih, tambar sipago, t. sipogu, t. bui, malur, sikalur, belur. Jawa: kendung peucang, ki padesa, kuwalot, trawa!ot, walot (Sunda), kwalot (Jawa). Sulawesi: tambara marica (Makasar). Maluku: nagas (Ambon). NAMA ASING Ya dan zi (C), false sumac, java brucea fruit (I). NAMA SIMPLISIA Bruceae Fructus (buah makasar).

Komposisi Buah Makassar :
Buah makasar mengandung alkaloid (brucamarine, yatanine), glikosida (brucealin, yatanoside A dan B, kosamine), dan phenol (brucenol, bruceolic acid). Bijinya mengandung brusatol dan bruceine A, B, C, E, F, G, H. Daging buahnya mengandung minyak lemak, asam oleat, asam linoleat, asam stearat, dan asam palmitoleat. Buah dan daunnya mengandung tanin.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Rasanya pahit, sifatnya dingin, beracun (toksik), masuk meridian usus besar. Khasiat buah makasar dapat membersihkan panas dan racun, menghentikan perdarahan (hemostatis), membunuh parasit (parasiticic), antidisentri, dan antimalaria. Khasiat daun makasar dapat membersihkan panas dan racun. Buah makasar mengandung zat aktif, seperti asam oleat, bruceine, dan yatanoside A & B, yang berkhasiat antikanker pada Ehrlich ascitic cancer, sarcoma 37′ sarcoma 180′ cervix cancer 14′ Walker carcinoma, 56, leucemia1,lo, dan leucemia3g8. Pada binatang, menghambat sintesa DNA sel kanker, meningkatkan daya fagositosis makrofag, serta membentuk sel darah dalam sumsum tulang. Penelitian daya antelmintik sari buah makasar terhadap cacing Ascaridia galli (cacing gelang ayam) secara in vitro dengan air rebusan 10% b/v ekstrak etanol dan fraksi sisa, menunjukkan hasil yang nyata. Artinya, sari buah makasar memiliki khasiat sebagai antelmintik. Pada takaran 20 ml air rebusan 10% b/v, 150 mg ekstrak etanol, dan 150 mg fraksi sisa, masing-masing dilarutkan dengan glukosa salin 5% menjadi 100 ml memberikan daya antelmintik yang tidak berbeda nyata dengan 32 mg piperasin sitrat yang dilarutkan dengan glukosa saline 5% menjadi 100 ml (Noverman, Jurusan Farmasi, FMIPA UNAND, 1990).

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan adalah buah. Setelah buah dikumpulkan, bagian yang keras dibuang untuk diambil isinya. Selain buah, daun dan akar juga berkhasiat sebagai obat.

INDIKASI
Buah digunakan untuk pengobatan:
malaria,
disentri amuba, diare kronis akibat terinfeksi Trichomonas sp.,
keputihan,
wasir (hemoroid),
cacingan (nematoda, taemia),
papiloma di pangkal tenggorokan (laring), pita suara, liang telinga luar, dan gusi,
kanker pada kerongkongan (esofagus), lambung, rektum, paru-paru, leher rahim (serviks), dan kulit.

Akar digunakan untuk pengobatan:
malaria, dernam,
keracunan makanan.

Daun digunakan untuk mengatasi: sakit pinggang.

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, giling 1,5-2 g isi buah makasar (kira-kira 10-15 biji) sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Ramuan ini diminum setelah makan. Lakukan 2-3 kali sehari.
Pemakaian luar digunakan untuk menyembuhkan penyakit kutil (warts) dan mata ikan” (corns) di kaki. Pemakaian ramuan ini harus hati-hati supaya tidak mengenai kulit normal di sekitarnya. Daun buah makasar yang digiling halus dapat digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang bengkak, akibat terbentur atau terpukul (memar) benda keras. Selain dapat menyembuhkan penyakit, ramuan ini dapat digunakan untuk mengusir belatung.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

Disentri amuba
Giling 10-15 buah makasar sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Minum ramuan ini sekaligus setelah makan. Lakukan sehari 3 kali, selama 7-10 hari.

Disentri, air kemih dan tinja berdarah karena panas
Giling 25 buah makasar (maksimal 50 buah) sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Minum ramuan ini sekaligus dengan larutan air gula batu.

Malaria
Ambil isi buah makasar, kira-kira 10 buah, lalu giling sampai halus. Masukkan ke dalam kapsul, lalu minum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari selama 3 hari. Selanjutnya, dosis dikurangi setengahnya (5 buah) dan minum selama 5 hari.
Cuci 15-20 g akar buah makasar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya slap untuk diminum. Lakukan sehari dua kali, masing-masing 1/2 gelas.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Buah Buni atau Wuni Mengobati Penyakit Kencing Nanah

buah buni atau wuni

Buah Buni atau Wuni

BUNI / WUNI (Antidesma bunius (L.) Spreng.)

Familia

Euphorbiaceae

Buni atau Wuni. Pohon buah, tinggi 15-30 m. Pohon berbatang sedang ini tersebar di Asia Tenggara dan Australia, di Jawa tumbuh liar di hutan atau ditanam di halaman dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.400 m dpi. Daun tunggal, bertangkai pendek, bentuknya. bulat telur sungsang sampai lanset, panjang 9-25 cm, tepi rata agak bergelombang, ujung meruncing, pangkal tumpul. Daun muda warnanya hijau muda, setelah tua menjadi hijau tua. Buni berumah dua, bunga dalam tandan, keluar dari ketiak daun atau di ujung percabangan. Buahnya kecil-kecil panjang sekitar 1 cm, bentuknya elips berwarna hijau, biia masak menjadi ungu kehitaman dan rasanya manis sedikit asam. Biji pipih dengan rusuk berbentuk jala. Daun muda rasanya sedikit asam, dapat disayur atau dimakan mentah sebagai lalab. Buah muda dirujak dengan buah lain, sedang yang masak dapat dimakan langsung, diekstrak dengan brandi, dibuat selai atau sirop. Daunnya oteh pembuat jamu disebut mojar, biasa dipakai untuk campuran ramuan jamu kesehatan. Perbanyakan dengan biji atau okulasi.

Nama Lokal :

Barune, huni, h. gedeh, h. wera (Sunda), wuni (Jawa); Burneh (Madura), buni, katakuti, kutikata (Maluku); Bune tedong (Makasar); U ye cah (China).

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Rasa asam. Peluruh keringat, hilangkan racun, hilangkan haus, meningkatkan sirkulasi darah.

KANDUNGAN KIMIA BUAH WUNI / BUNI : Kulit batang rasanya sepat, mengandung sedikit alkaloida yang beracun. Daun: Friedelin.

Buah Buni Obat untuk Penyakit / Gangguan Kurang darah, Darah kotor, Hipertensi, Jantung berdebar, Batuk, Pencernaan, Sipilis / Sifilis, Kencing nanah.

BAGIAN YANG DIPAKAI : Daun, ranting dan buah.

KEGUNAAN :

- Kurang darah, darah kotor.

- Tekanan darah tinggi.

- Jantung berdebar.

- Batuk, gangguan pencernaan.

- Sifilis, kencing nanah.

PEMAKAIAN :

Untuk minum : 30 – 50 buah masak atau 15-30 gr. daun direbus.

Pemakaian luar : Daun dicuci bersih lalu digiling halus, bubuhkan pada luka sifilis / sipilis atau bisul pada anak-anak.

CARA MENGOLAH BUAH BUNI / WUNI SEBAGAI OBAT

1. Darah tinggi :

Buah buni yang telah masak sebanyak 30 butir dicuci bersih.

Kunyah sampai halus, bijinya dibuang dan daging buahnya ditelan.

Segera minum air hangat 1 cangkir. Lakukan  2-3 kali sehari.

2. Jantung berdebar :

Buah buni yang telah masak sebanyak 25 buah, daun muda

kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) sebanyak 6 lembar, daun

sembung (Blumea balsam itera L.) sebanyak 10 tembar, kayu

manis seukuran 1 jari, jahe sebesar 1/2 jari, gula enau 2 jari, dicuci

dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersih

sampai tersisa 2 gelas.  Setelah dingin disaring, lalu diminum.

Sehari 2 kali, setiap kali 1 gelas.

3. Kurang darah :

Buah buni yang telah masak sebanyak 50 buah, asam kawak

sebanyak 2 jari, rimpang kunyit seukuran 3/4 jari, dicuci lalu

ditumbuk sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkir air minum dan

1 sendok makan madu, aduk sampai merata. Peras dan saring, lalu

diminum.  Lakukan 2-3 kali sehari. dalam tandan, keluar dari

ketiak daun atau di ujung percabangan.  Buahnya kecil-kecil

panjang sekitar 1 cm, bentuknya elips berwarna hijau, bila masak

menjadi ungu kehitaman dan rasanya manis sedikit asam.  Biji

pipih dengan rusuk berbentuk jala.

4. Sifilis / Sipilis :

Buah buni yang telah masak sebanyak 50 buah, daun sambiloto

(Andrographis paniculata) sebanyak 50 lembar, daun ngokilo

sebanyak 7 lembar, daun paria hutan sebanyak 10 lembar, daun

pegagan (Centelia asiatica L.) 10 lembar, batang brotowali

(Tinospora crispa L.) seukuran 1 jari, gula enau sebesar 3 jari,

dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 4 gelas air

bersih, rebus sampai airnya tersisa 2 1/4 gelas.  Setelah dingin

disaring, lalu diminum.  Sehari 3 x 3/4 gelas.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Akar Tanaman Cabai Rawit Obat Tangan dan Kaki Lemas

Tumbuhan Cabai Rawit

CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)

Sinonim :

C. ,fastigiatum BL, C. minimum Roxb.

Familia :

solanaceae.

Tanaman budidaya, kadang-kadang ditanam di pekarangan sebagai tanaman sayur atau tumbuh liar di tegalan dan tanah kosong yang terlantar. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik, menyukai daerah kering, dan ditemukan pada ketinggian 0,5-1.250 m dpl. Perdu setahun, percabangan banyak, tinggi 50-100 cm. Batangnya berbuku-buku atau bagian atas bersudut. Daun tunggal, bertangkai, letak berselingan. Helaian daun bulat telur, ujung meruncing, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 5-9,5 cm, lebar 1,5-5,5 cm, berwarna hijau. Bunga keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk bintang, bunga tunggal atau 2-3 bunga letaknya berdekatan, berwarna putih, putih kehijauan, kadang-kadang ungu. Buahnya buah buni, tegak, kadang-kadang merunduk, berbentuk bulat telur, lurus atau bengkok, ujung meruncing, panjang 1-3 cm, lebar 2,5-12 mm, bertangkai panjang, dan rasanya pedas. Buah muda berwarna hijau tua, putih kehijauan, atau putih, buah yang masa.k berwarna merah terang. Bijinya banyak, bulat pipih, berdiameter 2-2,5 mm, berwarna kuning kotor. Cabai rawit terdiri dari tiga varietas, yaitu cengek leutik yang buahnya kecil, berwarna hijau, dan berdiri tegak pada tangkainya; cengek domba (cengek bodas) yang buahnya lebih besar dari cengek leutik, buah muda berwarna putih, setelah tua menjadi jingga; dan ceplik yang buahnya besar, selagi muda berwarna hijau dan setelah tua menjadi merah. Buahnya digunakan sebagai sayuran, bumbu masak, acar, dan asinan. Daun muda dapat dikukus untuk lalap.Cabal rawit dapat diperbanyak dengan biji.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH Sumatera: leudeuaarum, l. pentek (Gayo), situdu langit, lacina sipane (Simelungmz), lada limi (Nias), l. mutia (Melayu). Jawa: cabe rawit, c. cengek (SLCnda), lombok jempling, l. jemprit, l. rawit, l. gambir, l. setan, l. cempling (Jawa), cabhi letek, c. taena manok (Madc,rra). Nusa Tenggara: tabia krinyi (Bali), kurus(Alor). Sulawesi: kaluya kapal (bent.), mareta dodi (Mongond.), malita diti (Gorontalo), m. didi (Buol), lada masiwu (Baree), l. marica, l. capa, laso meyong (Mak.),1. meyong, ladang burica, l. marica (Bug.), rica halus, r. padi (Manado). Maluku: Abrisan kubur (Seram), karatupa batawe (Elpaputi), katupu walata (Waraka), araputa patawe (Atamano), kalapita batawi (Amahai), karatuba manesane (Nuaulu), karatupa. batawi (Sepcc), maricang kekupe (Weda), rica gufu (Ternate). Irian: metrek wakfoh (Sarmi), basen tanah (Barik). NAMA ASING La jiao (C), cayenne peper (B), piment de cayenne (P), piment enrage, guineapfeffer (J), pasites, sili (Tag.), cayenne, chilli (I). NAMA SIMPLISIA Capsici frutescentis Fructus (buah cabe rawit).

Kandungan Kimia Cabai Rawit : Buahnya mengandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid asiri, resin, minyak menguap, vitamin (A dan C). Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat untuk melancarkan aliran darah serta pematirasa kulit. Biji mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin). Kapsisidin berkhasiat sebagai antibiotik.

Cabai Rawit Sebagai Bahan Obat : Cabai rawit rasanya pedas, sifatnya panas, masuk meridian jantung dan pankreas. Tumbuhan ini berkhasiat tonik, stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah, antirematik, menghancurkan bekuan darah (antikoagulan), meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit (kalau digosokkan ke kulit akan menimbulkan rasa panas. Jadi, digunakan sebagai campuran obat gosok), peluruh kentut (karminatif), peluruh keringat (diaforetik), peluruh liur, dan peluruh kencing (diuretik). Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans. Daya hambat ekstrak cabal rawit 1 mg/ml setara dengan 6,20 mcg/ml nistatin dalam formamid (Tyas Ekowati Prasetyoningsih, FF UNAIR, 1987).

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Seluruh bagian tumbuhan dapat digunakan sebagai tanaman obat, seperti buah, akar, daun, dan batang.

INDIKASI

Cabal rawit digunakan untuk :

menambah nafsu makan,

menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas,

batuk berdahak,

melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis,

migrain.

CARA PEMAKAIAN

Untuk obat yang diminum, buah cabai rawit digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini cabai rawit dapat direbus atau dibuat bubuk dan pil.

Untuk pemakaian luar, rebus buah cabai rawit secukupnya, lalu uapnya dipakai untuk memanasi bagian tubuh yang sakit atau giling cabai rawit sampai halus, lalu turapkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti rematik, jari terasa nyeri karena kedinginan (frosbite). Gilingan daun yang diturapkan ke tempat sakit digunakan untuk mengobati sakit perut dan bisul.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

Kaki dan Tangan Lemas (seperti lumpuh)

Sediakan 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang kaki ayam yang dipotong sedikit di atas lutut, 60 g kacang tanah, dan 6 butir hung cao. Bersihkan bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyak sampai bahan-bahan tersebut terendam seluruhnya (kira-kira 1 cm di atasnya). Selanjutnya, tim ramuan tersebut. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali, masing-masing separo dari ramuan.

Sakit Perut

Cuci daun muda segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit kapur sirih, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian perut yang sakit.

Rematik

Giling 10 buah cabai rawit sampai halus. Tambahkan 1/2 sendok teh kapur sirih dan air perasan sebuah jeruk nipis, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit.

Frosbite

Buang biji beberapa buah cabai rawit segar, lalu giling sampai halus, kemudiam balurkan ke tempat yang sakit.

CATATAN :

Penderita penyakit saluran pencernaan, sakit tenggorokan, dan sakit mata dianjurkan untuk tidak mengonsumsi cabai rawit.

Rasa pedas di lidah menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiat endogen) yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan perasaan lebih sehat.

Hasil penelitian terbaru, cabai rawit dapat mengurangi kecenderungan terjadinya penggumpalan darah (trombosis), menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida di hati.

Pada sistem reproduksi, sifat cabai rawit yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk. Selain itu, dengan kandungan zat antioksidan yang cukup tinggi (seperti vitamin C dan beta karoten), cabai rawit dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Biji Ceguk untuk Obat Cacing

Tanaman Ceguk

CEGUK (Quisqualis indica L.)

Sinonim :

Quisqualis sinensis Lindl. Quisqualis vilosa Roxb.

Familia :

Combretaceae.

Tanaman membelit ke kiri atau memanjat, tinggi 1,5-5 m. Daun berhadapan atau lebih kurang berkarang, juga tersebar; tangkai 0,5–2 cm; helaian bulat telur memanjang, 5-18,5 kali 2,5-9 cm. Bunga di ujung dan di ketiak dalam bulir yang berbunga banyak; daun pelindung rontok sebelum mekar atau tetap, sampai panjang 2 cm. Bunga berkelamin 2. Tabung kelopak langsung, berambut pendek, hijau kuning; taju kelopak 5, segitiga, panjang 3-4 mm. Daun mahkota 5, duduk, bentuk memanjang, mula-mula putih, kemudian merah, akhirnya merah tua, sampai 1,5 cm panjangnya. Benang sari 10. Tangkai putik panjang, pada satu sisi bersatu dengan tabung kelopak, bersama benang sari muncul jauh di luar mahkota. Buah bentuk memanjang, dengan pangkal dan ujung menyempit, dengan 5 rusuk, coklat tua, 2,5–4 kali 1 cm. Hanya dalam daerah kultur; 1-300 m. Agaknya tanaman yang menjadi liar; juga ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat-obatan. Catatan: Buah di Jawa jarang. Bagian yang Digunakan Biji dan daun.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Dani, Udani, Wudani, Bidani (Sunda); Kacekluk, kaceklik, Ceguk, Cekluk, Wedani (Jawa); Rabet dani (Madura); Kunyi-rhabet, Rhabet besi, Sarandengan (Kangean); Tikao (Bugis). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Quisqualis indicae Semen; Biji Ceguk.

Kandungan kimia tumbuhan Ceguk : trigonelina, minyak lemak, gom, dan resin.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Manis dan menetralkan. KHASIAT Antelmintik dan tonika.

KEGUNAAN

1. Kurang gizi pada anak-anak.

2. Obat cacing (gelang, keremi, dan benang).

RAMUAN DAN TAKARAN

Obat Cacing

Ramuan:

Biji Ceguk  3 gram

Rimpang Temu Hitam   2.5 gram

Rimpang Temu Giring   3 gram

Air  110 ml

Cara pembuatan :

Dibuat infus / direbus.

Cara pemakaian :

Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan :

Diulang selama 3 hari.

Catatan :

Penggunaan biji yang berlebihan, akan mengakibatkan tersedu (cegukan), pusing, dan mual.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Daun Cempaka Kuning Obat Batu Ginjal

tumbuhan cempaka kuning

CEMPAKA KUNING (Miche!ia champaca L.)

Familia :

Magnoliaceae.

Pohon, tinggi 15-25 m. Ujung ranting berambut. Daun bulat telur bentuk lanset, dengan ujung dan pangkal runcing, 10-28 kali 4,5-11 cm, tipis seperti kulit. Bekas daun penumpu pada tangkai daun panjangnya lebih daripada setengah tangkai daun. Bunga berdiri sendiri, oranye, sanget harum baunya. Daun tenda bunga panjangnya 3-5 cm, yang terdalam lebih sempit dan lebih runcing daripada yang terluar. Pada dasar bunga yang berbentuk tiang, bakal buah dan benang sari jelas dipisahkan oleh suatu ruang. Bakal buah lebih daripada 20, berjejal-jejal, bentuk telur yang pipih, berambut, masing-masing dengan bakal biji yang banyak. Buah bentuk bola memanjang, sedikit bengkok, mula-mula hijau, kemudian abu-abu pucat, tertutup dengan jerawat. Biji masak merah tua tergantung keluar pada berkas yang memanjang menjadi benang yang langsing. Dari India, di Jawa ditanam untuk bunganya. Di bawah 1.200 m. Bagian yang Digunakan Daun, bunga, dan kulit kayu.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Cempaka, Cempaka kuning. Jeumpa (Aceh); Jempa, Cempa (Gayo); Campaga (Minangkabau); Cempaka, Cempaka koneng (Sunda); Kantil, Locari, Pecari, Cempaka, Cepaka, Cepaka kuning (Jawa Timur); Kembhang koneng, Campaka, Compaka, Compaka mera (Madura); Campaka, Campaka barak Campaka kuning, Campaka warangan (Batak); Hepaka, Kepaka (Sawu); Sampakang (Sangir); Campaka mariri (Sulawesi Utara). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Champacae Folium; Daun Cempaka Kuning. Oleum Champacae; Minyak Cempaka Kuning.

Kandungan Kimia Cempaka Kuning : Minyak : Fenol, isoeugenol, sineol, bensilaldehida, dan feniletilalkohol. Kulit kayu dan daun : Alkaloid, zat samak. Bunga : Minyak atsiri.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Pahit, pedas, dan menghangatkan. KHASIAT Diuretik dan ekspektoran.

KEGUNAAN

Daun :

-Batu Ginjal.

-Mulas.

-Napas/Mulut bau.

Kulit kayu :

-Demam.

-Haid tidak teratur.

Bunga : Aroma perawatan rambut.

RAMUAN DAN TAKARAN

Batu Ginjal

Ramuan:

Daun Cempaka Kuning segar  1 genggam

Rimpang Kunyit  1 jari

Air  secukupnya

Cara pembuatan :

Dipipis/dilumatkan lalu disaring.

Cara pemakaian :

Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.

Lama pengobatan :

Diulangi selama 14 hari.

Haid Tidak Teratur

Ramuan:

Kulit kayu Cempaka Kuning  4 gram

Daun Jung Rahab segar  5 gram

Biji Klabet  1-2 gram

Rimpang Teki  4 gram

Air  110 ml

Cara pembuatan :

Dibuat infus/direbus.

Cara pemakaian :

Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan :

3 hari sebelum haid datang dan diulangi sampai haid datang.

Napas / Mulut Bau

Ramuan:

Daun Cempaka Kuning segar  5 gram

Buah Kapulaga   3 gram

Daun Sirih segar  2 helai

Daun Saga  5 gram

Air  120 ml

Cara pembuatan:

Dibuat infus/direbus.

Cara pemakaian :

Untuk berkumur kemudian ditelan sehari 2 kali, pagi dan sore. Tiap kali dipakai 100 ml.

Lama pengobatan :

Diulang 7 hari. Pemeliharaan seminggu 3 kali.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Tanaman Ajeran Obat Usus Buntu

Tumbuhan Ajeran

AJERAN (Bidens pilosa L.)

Sinonim :

Bidens sundaica Blume (1826), Bidens leucorrhiza (Lour.) DC. (1836), Bidens pilosa L. var. minor (Blume) Sherff (1925).

Familia :

Asteraceae (Compositae).

Tumbuhan ini termasuk tumbuhan liar dan banyak ditemui di pinggir jalan. Kadang-kadang ditanam di halaman, sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini tergolong terna, tinggi dapat mencapai 150 cm. Batang berbentuk segi empat, warna hijau. Daun bertiga-tiga, masing-masing berbentuk bulat telur, pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning. Bagian yang digunakan Seluruh bagian tumbuhan yang berada di atas tanah (herba).

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: ajeran, hareuga (Sunda), jaringan, ketul (Jawa). NAMA ASING: Black jack (En). Sornet (Fr). Malaysia: kancing baju, pau-pau pasir, keroten. Papua New Guinea: ivu na mag (Gunantuna, New Britain), rakot (Kurtatchi, Bougainville). Philippines: dadayem (Ibanag), burburtak (Ilocano), pisau-pisau (Bisaya). Thailand: puen noksai, kee nok sai, yaa koncham khaao. Vietnam: d[ow]n bu [oos] t, t [uwr] t [oo] hoang, q [ur]y tr [aa] m th [ar] o. NAMA SIMPLISIA Bidentitis pilosae Herba; Herba Ajeran.

Kandungan Kimia Ajeran : alkaloid poliina, saponin, zat pahit, minyak atsiri, dan zat samak.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Mendinginkan, rasa pahit, dan melancarkan peredaran darah. KHASIAT Antiinflamasi, antipiretik, dan antiseptik.

KEGUNAAN

1. Demam.

2. Pencernaan tidak baik.

3. Rematik (nyeri persendian).

4. Selesma.

5.Usus buntu.

6.Wasir.

RAMUAN DAN TAKARAN

Ajeran Obat Selesma dan Demam

Ramuan :

Herba Ajeran (3 gram)

Babakan Pule (200 mg)

Daun Sembung (3 gram)

Daun Poko (2 gram)

Air (130 ml)

Cara pembuatan :

Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian :

Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan :

Diulang sampai sembuh.

Ajeran Obat Usus Buntu

Penyakit usus buntu harus segera ditangani oleh dokter. Bila karena sesuatu hal, dokter belum dapat ditemui, ramuan ini dapat digunakan.

Ramuan :

Herba Ajeran (5 gram)

Air (120 ml)

Cara pembuatan :

Direbus atau pil.

Cara pemakaian :

Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml, atau 3 kali sehari 9 pil.

Lama pengobatan :

Diulang selama 20 hari.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar