Tanaman Greges Otot Mengobati Wasir atau Ambeien

Tanaman Greges Otot

GREGES OTOT (Equisetum debile Roxb.)

Familia :

Equisetaceae

Tumbuh ditempat terbuka atau sedikit ternaungi, berkumpul pada tanah lembah berpasir dan berbatu-batu yang banyak digenangi air, sepanjang aliran air di pegunungan, tepi sungai, selokan atau di rawa-rawa. Herba ini dapat ditemukan dari 300-2.700 m dpl. Tanaman pakuan yang tumbuh tegak atau tumbuh ke atas diantara tumbuhan lain, tinggi sekitar 1 m. Pangkal kadang merayap, ujung berjuntai, batang agak lemas, berongga dengan diameter 2-10 mm, bergaris-garis, beruas panjang. Cabang-cabang berkarang keluar dari buku-bukunya, selalu hijau dengan akar rimpang yang merayap. Daun keluar di atas buku, tersusun berkarang, kecil, lancip, berbentuk sisik dan merupakan sebuah kelopak tipis. Kantong spora terletak di ujung batang, berupa bulir, panjang 1-2,5 cm bentuknya lonjong dengan ujung yang tajam. Daun spora berbentuk perisai segi enam, bertangkai, di tengah-tengah berangkai dan susunannya berkeliling. Perbanyakan dengan spora.

Nama Lokal :

Bibitungan, tata-ropongan (Sunda), lorogan haji, petungan,; sempol, tepung balung, tikei balung, tropongan (Jawa),; Sodlisoan (Madura). rumput betung, sendep-sendep (Sumatera).

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :

Manis, sedikit pahit, netral. Anti radang, peluruh kencing (diuretik), pengobatan radang mata, menghilangkan angin dan panas, astringent, antihemorrhoid, menghentikan perdarahan.

KANDUNGAN KIMIA :

Asam kersik 5%-10%, asam oksalat, asam malat, asam akonitat (equisetic acid), asam tanat, kalium, natrium, thiaminase dan saponin.

Penyakit Yang Dapat Disembuhkan :

Radang mata, Influenza, demam, diare, radang usus, hepatitis; Kencing atau berak berdarah, bengkak, tulang patah, wasir; Rematik.

BAGIAN YANG DIPAKAI :

Seluruh herba. Tanaman dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya. Jemur untuk disimpan.

KEGUNAAN :

- Radang mata merah (acute conjunctivitis).

- Radang saluran air mata (ductus lacrimalis).

- Menghambat pembentukan selaput pada mata (pterygium).

- Influenza, demam.

- Diare, radang usus. Hepatitis.

- Kencing berdarah (hematuria), berak darah, darah haid banyak.

- Kencing kurang lancar, bengkak (edema).

- Tulang patah, rematik.

- Wasir (hemorrhoid).

PEMAKAIAN :

Untuk minum: 10-15 g herba kering, rebus.

Pemakaian luar: Dibuat parem. Digunakan untuk sakit pada persendian, digosokkan pada anak untuk memperkuat anggota gerak dan obat luka.

CARA PEMAKAIAN :

1. Tulang patah

Bila kedudukan tulang baik, ambil 2 batang herba segar seutuhnya,

dicuci lalu ditumbuk halus, remas dengan air garam secukupnya.

Ramuan ini dipakai untuk menurap bagian yang cedera, lalu dibalut.

Diganti 2 kali sehari.

2. Hepatitis, wasir : 30 g herba,greges otot direbus, minum sebagai teh.

3. Acute conjunctivitis, radang mata

Greges otot, biji boroco (Celosia argentea L.), bunga chrysant

(Chrysanthemum indicum), kulit sejenis jangkrik (Cryptotympana

atrata = cicada), masing-masing 10 g, rebus. Setelah dingin

disaring, minum.

4. Rematik

15 g herba kering dan sebutir asam (Tamarindus indica) direbus

dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin

disaring, minum pagi dan sore hari, sampai sembuh.

5. Wasir

30 g herba segar greges otot dicuci bersih lalu digiling halus.

Tempelkan pada wasirnya.

CATATAN : Pemakaian lama, dapat mengganggu fungsi ginjal.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Daun Tanaman Gude Mengobati Gangguan Perut

Tanaman Gude

GUDE (Cajanus cajan [Linn.] Millsp.)

Sinonim :

= Cajanus cajan. (Linn.), Huth. = C.indicus. Spreng.

Familia :

Papilionaccae (Leguminosae)

Gude atau kacang gude di Jawa dibudidayakan sebagai tanaman pangan atau digunakan sebagai pupuk hijau. Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 2.000 m dpl. Pertumbuhannya memerlukan banyak cahaya matahari dan tidak tahan terhadap kondisi lembap. Tumbuh sebagai perdu tegak, tinggi 1 – 2 m. Batang berkayu, bulat, beralur, berbulu, hijau kecokelatan. Daun berkumpul tiga, bertangkai pendek. Helai daun bulat telur sampai elips, tersebar, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau. Perbungaan majemuk, keluar dari ketiak daun, bentuk tandan, karangan bunga 15.- 30 cm, mahkota bentuk kupu-kupu, kuning. Buah polong, panjang 4 – 10 cm, berbulu, pipih, hijau. Biji kecil, bulat. Warna kulit biji bisa putih keabu-abuan, kuning, cokelat atau hitam. Polong muda dapat dimakan. Polong tua dipanggang atau dibuat sejenis tempe. Daun muda bisa dimakan mentah sebagai lalab, direbus atau dikukus. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :

Kacang hiris (Sunda), kacang bali, ritik lias (Sumatera). ; Kacang gude, gude, kacang kayu (Jawa), kance (Bugis). ; Kacang bali, ritik lias (Sumatera). kacang kaju (Madura).; Kekace, undis (Bali). lebui, legui, kacang iris, kacang turis; Puwe jai (Halmahera), fou hate (Ternate, Tidore).; Shu tuo (China), kagios, kalios, kadios, gablas (Tagalog),; Straucherbse (Jerman), pigeon pea (Inggris).

KANDUNGAN KIMIA GUDE :

Daun gude mengandung flavonoida, saponin, dan polifenol. Sedangkan batang mengandung flavonoida, saponin, dan tanin.

Penyakit Yang Dapat Disembuhkan :

Gude Dimanfaatkan Sebagai Obat Sakit kuning (jaundice), sariawan, batuk, diare, gangguam perut, ; Cacingan, batuk berdahak, luka, memar.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun, akar, dan biji.

KEGUNAAN :

Daun berkhasiat untuk mengatasi :

- sakit kuning (jaundice),

- sakit di dalam mulut,

- batuk, dan diare, gangguan perut.

Akar berkhasiat untuk mengatasi:

- cacingan,

- batuk berdahak, dan luka.

Biji berkhasiat untuk mengatasi :

- memar.

DOSIS PEMAKAIAN :

Daun segar sebanyak 1 – 2 genggam direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar digiling halus, lalu digunakan untuk menutup kelainan seperti kurap, herpes zooster, gatal-gatal, dan ruam kulit.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Kurap

Daun gude segar sebanyak 5 g dicuci bersih lalu ditumbuk halus.

Tambahkan 1/4 sendok teh kapur sirih, aduk merata, lalu dioleskan       pada kudisnya.

2. Herpes zooster

Siapkan daun gude segar secukupnya, cuci bersih dan digiling

halus. Balurkan pada gelembung-gelembung herpes lalu ditutup

dengan kain kasa. Diganti 3 – 4 kali sehari.

3. Batuk, diare, dan gangguan perut

Ambil daun gude segar sebanyak 2 genggam, cuci dan rebus

dengan 3 gelas air sampai tersisa separonya. Setelah dingin

disaring, minum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

4. Sakit di dalam mulut

Ambil daun gude muda secukupnya, cuci bersih dan kunyah.

Biarkan beberapa saat, baru ampasnya dibuang.

5. Sakit kuning

Ambil daun gude segar secukupnya, cuci dan giling halus. Air

perasannya ditampung sampai terkumpul 1/2 cangkir. Tambahkan

garam seujung sendok teh. Aduk, lalu diminum. Lakukan 2 kali

sehari, sampai sembuh.

6. Memar

Ambil biji gude secukupnya lalu giling sampai halus. Tambahkan

sedikit air sampal menjadi seperti bubur. Turapkan pada bagian

tubuh yang memar.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Umbi Tanaman Halia Mencegah Impoten

Tanaman Halia

HALIA (Zingeber officinale, Rosc.)

Familia :

Zingiberaceae

Halia (Zingeber officinale) adalah tumbuhan liar di ladang-ladang yang mempunyai kadar tanah agak basah (lembab) dan banyak memperoleh sinar matahari. Halia termasuk jenis tumbuhan herba menahun. Ciri-ciri tumbuhan ini antara lain mempunyai batang tegak, bearakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Sedang besar kecilnya rimpang tumbuhan halia sangat ditentukan oleh varitasnya. Rimpang halia berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan mempunyai warna coklat dengan aroma khas. Bentuk daunnya berbentuk bulat panjang dan tidak begitu lebar. Bunganya berbentuk malai dan mempunyai 2 kelamin serta mempunyai 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga Halia muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk. Halia merupakan tumbuhan daerah subtropis sampai tropis dan cocok ditanam pada daratan rendah sampai daaran tinggi (1500 meter di atas permukaan laut). Halia berbatang basah dan diduga berasal dari RRC dan India. Halia dapat mencapai ketinggian berkisar 0,75-1 meter.

Nama Lokal :

Ginger (Inggris), Halia (Indonesia), Jae (Jawa), Jahe(Sunda); Jae, Jahya (Bali), Sipodeh (Minang), Melito (Gorontalo); Jhai (Madura), Lia (Flores), Goraka (Ternate), Late (Timor).

KANDUNGAN KIMIA :

Zat-zat yang terdapat pada halia (Zingeber officinale) terutama rimpangnya, antara lain mengandung minyak atsiri, damar, mineral, sineol, fellandren, kamfer, borneo, zingiberin, zingiberol, gingerol, zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A dan protein.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Tanaman Halia digunakan sebagi obat Reumatik/Encok, Impoten, Keracunan udang, Pegal, Batuk, Sakit pinggang, Sakit Kepala, Mencret dan muntah-muntah.

1. Reumatik dan Encok

a. Bahan: rimpang umbi halia secukupnya

Cara membuat: dibakar, kemudian dicuci bersih dan diparut

Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit dan

dilakukan secara teratur sampai sembuh.

b. Bahan: 4 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 2 rimpang umbi

lengkuas sebesar ibu jari dan 2 sendok makan buah cengkeh

kering.

Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus dan

ditambah dengan 2-3 sendok makan air tajin.

Cara menggunakan: dioleskan sebagai obat gosok pada bagian

yang sakit dan dilakukan 3-5 hari secara berturut-turut.

2.  Mencegah Impoten

Bahan: 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1

butir telur ayam kampung, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 sendok

makan kecap, 1 sendok makan madu, dan seujung sendok teh

bubuk merica.

Cara membuat: umbi halia diparut dan diperas dengan 1 gelas air masak, kemudian disaring; jeruk nipis dibelah dan diperas untuk diambil airnya; telur ayam mentah dipecah dan diambil kuningnya; kemudian dioplos dengan semua bahan lainnya dan diaduk sampai merata.

Cara menggunakan: diminum 1 kali seminggu dilakukan secara

teratur

3. Keracunan Udang

Bahan: 3-7 rimpang halia sebesar ibu jari dan minyak tanah.

Cara membuat: umbi halia diparut dan ditambah minyak tanah

secukupnya.

Cara menggunakan: dioleskan pada bagian badan yang terasa gatal.

4. Sakit Pinggang dan keseleo

Bahan: 4-8 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan buah asam jawa yang sudah masak secukupnya.

Cara membuat: umbi halia diparut dan campur dengan buah asam jawa sampai merata.

Cara menggunakan: dioleskan (bobok) pada bagian badan yang terasa sakit.

5. Capai dan Pegal-pegal

a. Bahan:  2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan susu perah

secukupnya.

Cara membuat:  umbi halia dibakar dan dibersihkan,  kemudian

direbus bersama dengan susu perah.

Cara menggunakan:  diminum biasa.

b. Bahan: 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 rimpang kencur

sebesar ibu jari, 1 ikat daun kemangi, 1 genggam beras yang

sudah direndam air dan sedikit garam dapur.

Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis)

bersama-sama.

Cara menggunakan: dioleskan sebagai param.

c. Bahan: 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, tepung terigu

secukupnya, dan 1 potong asam jawa yang sudah masak.

Cara membuat: umbi halia diparut, kemudian ditambah tepung

terigu dan asam jawa untuk dibuat adonan dengan ditambah air

hangat secukupnya.

Cara menggunakan: dioleskaskan sebagai param.

6. Sakit Kepala

Bahan: 2-3 lembar daun halia;

Cara membuat: ditumbuk halus dan ditambah sedikit air.

Cara menggunakan: digunakan sebagai kompres dahi. Sakit

Pinggang dan keseleo.

7. Batuk

a. Bahan: 2-3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari.

Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai  mendidih hingga tinggal 1 gelas.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

b. Bahan: 3-4 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 sendok teh kayu putih.

Cara membuat: umbi halia diparut, jeruk nipis dibakar dan diperas untuk diambil airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur dan diremas-remas.

Cara menggunakan: dioleskan pada bagian dada anak balita yang sakit pada pagi dan sore hari setelah mandi atau menjelang tidur.

8. Mencret dan Muntah-muntah

a. Bahan: rimpang umbi halia secukupnya, bunga dan buah pala secukupnya, jintan putih secukupnya, 1 gelas santan kelapa, 1 sendok teh minyak kayu putih.

b. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis), kemudian dicampur dengan santan kelapa dan minyak kayu putih sampai merata.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Jahe untuk Membangkitkan Nafsu Makan

Jahe

JAHE (Zingiber officinale Rosc.)

Familia :

Zingiberaceae

Tanaman herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm. Batang semu, beralur, membentuk rimpang, warna hijau. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3,5-5 cm, lebar 1,5-2 cm, mahkota bunga bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna ungu. Buah kotak, bulat panjang, warna cokelat.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Zingiberis Rhizoma; Rimpang Jahe.

Kandungan Kimia Jahe :

Minyak atsiri zingiberena (zingirona), zingiberol, bisabolena, kurkumen, gingerol, filandrena, dan resin pahit.

Penyakit Yang Dapat Disembuhkan :

Sifat Khas Tajam dan sumelada. Khasiat Karminatif, stomakik, stimulans, dan diaforetik. PENELITIAN Latifah,1987. Jurusan Farmasi, FMIPA UNPAD. Telah melakukan penelitian pengaruh analgesik perasan rimpang Jahe Merah pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata perasan rimpang Jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. Semakin besar dosis yang diberikan, semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifikasi rasa sakit). Pemberian perasan rimpang Jahe Merah antara 199,8 mg/kg dan 218,0 mg/kg bb mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam salisilat 10 mg /kg bb. Ema Viaza,1991. Jurusan Farmasi, FMIPA UI. Telah melakukan penelitian efek antijamur Jahe terhadap jamur Tricophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata jamur Tricophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis memberikan kadar hambat minimum sebagai berikut: 6,25; 12,5 mg/ml. Berdasarkan zona hambatan yang diperoleh, efek antijamur tertinggi diberikan terhadap jamur Tricophyton mentagrophytes, kemudian disusul Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis. Catatan Jahe dapat dibedakan atas dua jenis. 1. Jahe Pahit. 2. Jahe Merah (sunti).

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Rimpang.

Kegunaan

1. Asi.

2. Batuk.

3. Membangkitkan nafsu makan.

4. Mulas.

5. Perut kembung.

6. Serbat.

7. Gatal (obat luar).

8. Luka (obat luar).

9. Sakit kepala (obat luar).

10. Selesma (obat luar).

RAMUAN DAN TAKARAN

Mulas

Ramuan :

Jahe Merah (parut)   3 rimpang

Cara pembuatan : Diperas.

Cara pemakaian : Diminum 3 kali sehari 1 sendok teh.

Lama pengobatan : Diulang selama 3 hari.

Serbat

Ramuan :

Jahe  1 rimpang

Bunga Cengkih  2 biji

Buah Kemukus  4 biji

Buah Cabai Jawa  3 biji

Sereh  1 ruas jari tangan

Biji Pala  1 / 5 butir

Daun Jeruk Purut  1/2 lembar

Kulit Kayu Manis   sedikit

Gula Aren  secukupnya

Air  200 ml

Cara pembuatan : Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian : Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan : Diulang selama 4 hari.

ASI

Ikan dan udang baik sekali untuk melancarkan ASI. Kadang-kadang bayi rentan terhadap ASI yang berbau ikan atau udang. Untuk mencegah hal tersebut ibu menyusui harus makan lalap Jahe atau Kemangi.

Sakit kepala

Penderita influenza biasanya merasa nyeri di punggung dan di pinggang (greges-greges). Untuk mengurangi rasa nyeri tersebut penderita dapat diobati dengan ramuan sebagai berikut.

Jahe Merah   beberapa rimpang

Air   secukupnya

Cara pembuatan :

Dipipis (ditumbuk bersama) hingga berbentuk pasta.

Cara pemakaian :

Tambahkan minyak kelonyo secukupnya dan gosokkan pada bagian badan yang terasa nyeri. Untuk sakit kepala ditempelkan pada pelipis dan belakang telinga penderita.

Selesma (influenza)

Ramuan :

Jahe Merah   1 rimpang

Herba Poko segar   1 genggam

Buah kemukus   6 butir

Biji Jintan Hitam   2 butir

Air   sedikit

Cara pembuatan :

Dipipis hingga berbentuk pasta.

Cara pemakaian :

Pindahkan ramuan ke kain bersih dan ikat dengan tali, kemudian masukkan ke dalam cuka hangat dan oleskan ke seluruh badan, agar mempercepat keluarnya keringat.

(Sumber : http://www.iptek.net.id, Gambar : eralit179.blogspot.com)

Jika Anda berminat membeli kapsul JAHE MERAH, kami juga menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Tongkol Jagung Muda Obat Penyakit Batu Empedu

Tanaman Jagung

JAGUNG (Zea mays L.)

Familia :

Poaceae (Gramineae).

Tanaman berumpun, tegak, tinggi lebih kurang 1,5 meter. Batang bulat, masif, tidak bercabang, warna kuning atau jingga. Daun tunggal, berpelepah, bulat panjang, ujung runcing, tepi rata, panjang 35-100 cm, lebar 3-12 cm, warna hijau. Bunga majemuk, berumah satu, bunga jantan dan betina bentuk bulir, di ujung batang dan di ketiak daun, warna putih. Buah berbentuk tongkol, panjang 8-20 cm, warna hijau kekuningan.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Maidis Stigmata; Rambut Jagung. Maidis Amylum; Pati Jagung.

Kandungan Kimia :

Rambut : Saponin, zat samak, flavon, minyak atsiri, minyak lemak, alantoin, dan zat pahit. Bunga : Stigmasterol.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sifat Khas Agak manis. Khasiat Antilitik, diuretik, dan hipotensif. PENELITIAN Sukensri Hardianto, 1989. Fakultas Farmasi, UGM. Pembimbing: Dr. Ediati S., Apt. dan DR. Sasmito. telah melakukan penelitian pengaruh infus tongkol Jagung muda terhadap daya larut batu ginjal kalsium secara in vitro. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata: 1. Adanya pengaruh antara kadar infus dan kadar kalium yang terlarut dalam larutan. 2. Adanva pengaruh antara kadar infus dan kadar kalsium yang terlarut dalam larutan. 3. Batu ginjal kalsium mempunyai daya larut paling besar dalam infus tongkol Jagung muda dengan kadar 5%. Pada kadar infus yang lebih tinggi daya larutnya mengalami penurunan.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Rambut dan tongkol muda

KEGUNAAN

Rambut atau tongkol muda :

1. Batu empedu.

2. Batu ginjal.

3. Busung air pada radang ginjal.

4. Busung perut.

5. Hepatitis.

6. Kencing manis.

7. Radang kandung empedu.

8. Sirosis.

9. Tekanan darah tinggi.

RAMUAN DAN TAKARAN

Batu Empedu

Ramuan :

Jagung muda             5 tongkol

Herba Kumis Kucing segar    5 gram

Air        110 ml

Cara pembuatan :

Dibuat infus / direbus.

Cara pemakaian :

Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan :

diulang selama 14 hari.

Batu Ginjal

Ramuan :

Jagung muda    4 tongkol

Rambut Jagung   1 genggam

Daun Keji Beling segar   8 helai

Air   110 ml

Cara pembuatan :

Dibuat infus / direbus.

Cara pemakaian :

Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan :

Diulang selama 14 hari. Setelah batu keluar, baik berupa kerikil, butiran maupun buih pengobatan dihentikan, kemudian diteruskan dengan minum Jamu Kumis Kucing dan Meniran yang tertera pada paparan Kumis Kucing.

Tekanan Darah Tinggi

Ramuan :

Jagung muda   5-7 tongkol

Rambut Jagung   1 genggam

Air   110 ml

Cara pembuatan :

Dibuat infus/diminum.

Cara pemakaian :

Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan :

Diulang selama 7 hari.

CATATAN : Penggunaan rambut Jagung supaya hati-hati karena tekanan darah dapat turun dengan cepat.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Daun Jambu Monyet Obat Radang Mulut

Jambu Monyet

JAMBU MONYET (Anacardium occidentale, Linn.)

Familia :

Anacardiaceae

Jambu Monyet (ANACARDIUM OCCIDENTALE) termasuk tumbuhan yang berkeping biji dua atau juga disebut tumbuhan berbiji belah. Nama yang tepat untuk mengklasifikasikan tumbuhan ini adalah tumbuhan yang berdaun lembaga dua atau ddisebut juga dikotil. Jambu monyet mempunyai batang pohon yang tidak rata dan berwarna coklat tua. Daunnya bertangkai pendek dan berbentuk lonjong (bulat telur) dengan tepian berlekuk-lekuk, dan guratan rangka daunnya terlihat jelas. Bunganya berwarna putih. Bagian buahnya yang membesar, berdaging lunak, berair,dan berwarna kuning kemerah-merahan adalah buah semu. Bagian itu bukan buah sebenarnya, tetapi merupakan tangkai buah yang membesar. Buah jambu monyet yang sebenarnya biasa disebut mete (mente), yaitu buah batu yang berbentuk ginjal dengan kulit keras dan bijinya yang berkeping dua tersebut oleh kulit yang mengandung getah.

Nama Lokal :

Cashew (Inggris), Jambu Moyet, Jamu mente (Indonesia); Jambu mete (Jawa), Jambu mede (Sunda), Gaju (Lampung).

KANDUNGAN KIMIA :

Jambu monyet (ANACARDIUM OCCIDENTALE) antara lain mengandung senyawa kimia seperti tanim, anacardic acid dan cardol, yang bermanfaat sebagai antibakteri dan antiseptik. Selain itu daun jambu monyet yang masih muda juga mempunyai komposisi kandungan kimia seperti vitamin A sebesar 2689 SI per 100 gram, vitamin C sebesar 65 gram per 100 gram, kalori 73 gram per 100 gram, protein 4,6 gram per 100 gram, lemak 0,5 gram per 100 gram, hidrat arang 16,3 gram per 100 gram, kalsium 33 miligram per 100 gram, fosfor 64 miligram per 100 gram, besi 8,9 miligram dan air 78 gram per 100 gram.

Jambu Monyet Obat Diabetes melitus, Disentri, Radang mulut.

1. Diabetes mellitus

Bahan: 2 potong kulit batang jambu monyet dan adas pulawaras

secukupnya.

Cara Membuat: Kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 liter

air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

2.  Disentri

Bahan: 1 genggam daun jambu monyet dan 1 potong kulit batang

jambu monyet.

Cara Membuat: Kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 1/2

liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

3. Radang mulut

Bahan: 1 genggam daun jambu monyet dan 1 potong kulit batang pohon jambu monyet.

Cara Membuat: Kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter

air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Tumbuhan Jarak Bali Obat Digigit Ular Berbisa

Tumbuhan Jarak Bali

JARAK BALI (Jatropha podagrica Hook.)

Familia :

Euphorbiaceae

Tanaman ini dapat ditemukan sebagai tanaman hias, yang ditanam di pekarangan atau tempat rekreasi. Asalnya, dari Amerika tropis. Perdu tegak, tinggi 0,5- 1,5 m, bergetah warna putih, batang tunggal atau sedikit bercabang, dengan pangkal batang yang membesar dan melembung seperti umbi. Daun bertangkai yang panjangnya 20-30 cm, helai daun bangun perisai, bentuknya bulat telur melebar dengan ukuran penampang 20-40 cm, bercangap 3 atau 5, taju runcing atau membulat. Bunga dalam malai rata yang bertangkai panjang, dengan bunga betina dan bunga jantan dalam satu tangkai, warnanya merah oranye. Buah bentuk elips melebar, berkendaga tiga, panjang 1,5 cm. Biji lonjong atau bulat panjang.

Nama Lokal :

Jarak batang gajah.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Manis, pahit, dingin. Menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan pembengkakan, menghilangkan racun dan membersihkan panas.

Tanaman Jarak Bali obat demam, bengkak terpukul, digigit ular berbisa.

BAGIAN YANG DIPAKAI : Seluruh tanaman

KEGUNAAN :

- Demam

- Bengkak terpukul

- Digigit ular berbisa

PEMAKAIAN :

Untuk minum: 10-15 g direbus. Ampasnya digunakan untuk ditempelkan pada tempat yang sakit.

(Sumber : http://www.iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul herbal, kami menyediakan ratusan jenis obat herbal. Silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di artikel, berita, info, informasi, kesehatan, news, tanaman obat, umum | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar